JawaPos.com – DENGAN nama besarnya sebagai pengacara dan pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra sebenarnya bisa saja memilih pindah ke partai lain. Tapi, dia teguh memperjuangkan PBB. Berikut petikan wawancara dengan Yusril tadi malam.

Target PBB di Pemilu 2019?

Ya setidak-tidaknya mudah-mudahan kalau nomor 19 bisa dapat 9 persen hahaha. Tapi, PBB akan berjuang minimal me­lampaui batas ambang parlemen 4 persen dan kembali ada fraksi PBB di Dewan Perwakilan Rakyat Pusat.

Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra

Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Di dua pemilu sebelumnya, PBB kan tidak lolos parliamentary threshold?

Sebenarnya kalau kami tidak dicurangi, kami dari dulu lolos. Anda lihat di daerah-daerah kami punya wakil. Semua daerah dari Sabang sampai Merauke. Makanya kami kan kemarin keras sekali menghadapi KPU dan kami nyatakan kami akan pidanakan KPU. Sampai hari ini pendirian saya akan tetap seperti itu, walaupun nanti saya akan meminta nasihat dan pendapat dari Majelis Syuro.

Apakah pernah dapat tawaran pindah partai lain?

Nggak, dan saya nggak pernah mau. Anda tahu dulu saya dipercaya menangani sengketa Partai Golkar kan dan sampai selesai saya tangani. Saya kalau mau, waktu itu saya ditawari sebagai wakil ketua umum Golkar, tapi saya nggak mau. Saya tetap kon­sisten dengan partai ini. Ya, barangkali inilah partai pertama dan terakhir saya bergabung di partai.

(bay/ttg)